Jumat, 07 Desember 2012

elektrolyte analyzer


A.    Pendahuluan
            Elektrolit berperan penting dalam tubuh manusia, karena hampir semua proses metabolisme dalam tubuh manusia dipengaruhi oleh elektrolit (Tiezt et al., 1996; Sacher and Pherson, 2004). Elektrolit diperlukan untuk memelihara potensial elektrokimiawi membran sel yang akhirnya dapat mempengaruhi fungsi saraf, otot, serta aktivitas sel seperti sekresi, kontraksi, dan berbagai proses metabolik lain (Sacher and Pherson,2004).
            Pemeriksaan elektrolit yang sering diminta oleh para klinisi untuk menilai keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh adalah pemeriksaan Na, K, dan Cl. Kalium merupakan analit kimia yang penting karena kelainannya dapat segera mengancam nyawa, sehingga kesalahan pengukuran dapat menimbulkan konsekuensi serius apabila terapi didasarkan pada hasil yang tidak akurat (Sacher and Pherson, 2004; Wingo,1997).







B.     Pengertian
Elektrolit analyzer  merupakan  alat yang digunakan untuk pemeriksaan hematologi klinik, guna mengetahui kadar hemoglobin, lekosit, trombosit dan hematokrit pasien yang dirawat.
Elektrolit analyzer dapat mendeteksi ion garam anorganik, ion kalsium sampel bahan kecil, dll . Elektrolit analyzer telah menggunakan metode ion elektroda selektif untuk mencapai pengukuran tepat dari pengujian. Aparat adalah enam elektroda: natrium, kalium dan klorin, ion kalsium, lithium dan elektroda CST. Masing-masing memiliki elektroda selektif ion film, akan diukur dan sampel tanggapan ion yang sesuai, membran penukar ion, dan reaksi muatan ionik dan mengubah potensial membran, dapat mendeteksi cairan, sampel dan potensi membran antara. Film di kedua sisi nilai dua diuji listrik potensial akan menghasilkan, sampel saat ini, elektroda referensi, referensi elektroda cair bentuk "loop" sisi, membran, elektroda internal yang cair, elektroda internal sisi lain.
Internal elektroda cairan dan sampel perbedaan antara konsentrasi ion akan bekerja pada kedua sisi elektroda film di tegangan elektrokimia menciptakan, melalui tegangan tinggi dari konduktansi dari elektroda internal untuk menyebabkan penguat, elektroda referensi juga menyebabkan lokasi penguat. Melalui tes yang dikenal justru konsentrasi larutan standar ion untuk kurva kalibrasi, dan sampel uji konsentrasi ion.
Dalam kimia, elektrolit adalah setiap zat yang mengandung ion bebas yang membuat substansi elektrik konduktif. Elektrolit yang paling khas adalah solusi ionik, tetapi elektrolit cair dan elektrolit padat juga mungkin.
Elektrolit umumnya ada sebagai solusi dari asam, basa atau garam. Selain itu, beberapa gas dapat bertindak sebagai elektrolit pada kondisi suhu tinggi atau tekanan rendah. Larutan elektrolit juga dapat hasil dari pembubaran beberapa polimer biologis (misalnya, DNA, polipeptida) dan sintetis (misalnya, sulfonat polistirena), polielektrolit disebut, yang mengandung dibebankan kelompok fungsional.
Larutan elektrolit biasanya terbentuk ketika sebuah garam ditempatkan dalam pelarut seperti air dan memisahkan komponen individu karena interaksi antara molekul pelarut termodinamika dan zat terlarut, dalam proses yang disebut solvasi. Misalnya, ketika garam meja, NaCl, ditempatkan dalam air, garam (solid) larut menjadi elemen-elemen komponen, menurut reaksi disosiasi
NaCl (s) → Na + (aq) + Cl - (aq).
Hal ini juga mungkin bagi zat untuk bereaksi dengan air ketika mereka ditambahkan ke dalamnya, menghasilkan ion, misalnya, gas karbon dioksida larut dalam air untuk menghasilkan larutan yang mengandung hidronium, karbonat, dan ion hidrogen karbonat.
Perhatikan bahwa garam elektrolit cair dapat juga. Sebagai contoh, ketika natrium klorida cair, cairan melakukan listrik.
Elektrolit dalam larutan dapat digambarkan sebagai''''terkonsentrasi jika memiliki konsentrasi tinggi ion, atau''''encer jika memiliki konsentrasi rendah. Jika proporsi yang tinggi''''dari berdisosiasi terlarut ke bentuk ion bebas, elektrolit kuat''''; jika sebagian besar zat terlarut tidak memisahkan, elektrolit''''lemah. Sifat-sifat elektrolit dapat dieksploitasi dengan menggunakan elektrolisis untuk mengekstrak unsur-unsur dan senyawa yang terkandung dalam solusi.
C.    Manfaat
Manfaat elektrolit berdasarkan pada jenisnya yaitu sebagai berikut:
  • Natrium     : fungsinya sebagai  penentu utama osmolaritas dalam darah dan pengaturan volume ekstra sel.
  • Klorida      : fungsinya mempertahankan tekanan osmotik, distribusi air pada berbagai cairan tubuh dan keseimbangan anion dan kation dalam cairan ekstrasel.
  • Magnesium : Berperan penting dalam aktivitas elektrik jaringan, mengatur pergerakan Ca2+ ke dalam otot serta memelihara kekuatan kontraksi jantung dan kekuatan pembuluh darah tubuh.
  • Kalsium     : fungsi utama kalsium adalah sebagai penggerak dari otot-otot, deposit utamanya berada di tulang dan gigi, apabila diperlukan, kalsium ini dapat berpindah ke dalam darah.
  • Kalium       : fungsinya mempertahankan  membran potensial elektrik dalam tubuh.




D.    Standart operasional prosedur
Standart operasional prosedur :
Prosedur penggunaan alat
1.Hidupkan power ON ada di belakang alat
2.Proses inisialisasi alat ³alat dalam stand by´
3.Lakukan proses CAL 2 ³alat dalam kondisi ready´
4.Insert sampel serum (automatic sampeling) tarik tangkai jarum
5.Ada suara BIB ³masukan kembali tangkai jarum´
6.Proses menginstrument
7.Finish
Prosedur kalibrasi
1.Tekan CAL 1
2.Tekan CAL 2
3.Alat dalam keadaan kondisi ready
Prosedur perawatan
1.Hisapkan protein removing laiknya sampel
2.Lakuakn berulang-ulangTrouble shooting
            1.Na, Ca, K, Cl over flow ³solusi : bersihkan aspirasi system (terjadi sumbatan),     lakukan penggantian iner solution ion elektroda´
            2.Pipet tidak menghisap (no sampel) ³solusi : bongkar dan bersihkan system aspirasi           (terjadisumbatan)´
            3.Nilai tidak sesuai (terlalu tinggi atau rendah) ³solusi : lakuakn kalibrasi ulang dan            baca sampel calibration solution´